Doa dan Hari Penuh Kejutan

Pada Sabtu, 14 Februari 2015 saya bergegas, berpendar sorot cahaya mentari yang masih malu-malu, motor meraung memecah pagi yang beku. Acara Pawai Bahasa yang digagas Kantor Balai Bahasa Provinsi Gorontalo mengundang Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Gorontalo. Undangan mendadak, meminta 10-20 anggota ikut ramai.

Setelah menyebar pemberitahuan lewat Group Sekolah Menulis FLP Gorontalo, jumlah peserta yang diinginkan tercapai. Nah, hari ini saya menjadi yang pertama menunggu mereka-mereka. Membagikan atribut, sekaligus memberi informasi awal kepada panitia jika Tim FLP memenuhi kuota yang mereka minta. Pawai berlangsung meriah, diikuti oleh 30 Tim dari Sekolah, Kampus, Orgnisasi Kemasyarakatan, dan Instansi Pemerintah. Acara dibuka langsung Walikota Gorontalo, H. Marthen Taha, SE., M. Ec. Dev. Turut pula menyampaikan sambutan Kepala Kantor Bahasa dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo.

***

Yang meriah dari acara pawai ini adalah hadiah lawang yang begitu gegap-gempita disambut sekira 700-san peserta pawai. Meski terik, hadiah lawang memaksa banyak peserta bertahan, tak peduli pada gerah, abai dengan kondisi nelangsa karena matahari yang garang. Pawai Bahasa ini disambut positif, selain menjadi wadah mengenalkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, acara ini juga berusaha merangkul banyak pihak untuk lebih peduli pada Bahasa Indonesia. Tema kegiatan ini “Mendahulukan Bahasa Indonesia, Pelajari Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing”. Tema tersebut hendak menyasar terbentuknya generasi masa depan yang lebih tangguh: mampu bersaing dalam dunia yang semakin kompetitif dengan tidak menanggalkan akar budayanya.

 

Bagi saya, acara ini memberikan kesan berwarna. Mendapat hadiah lawang utama: Laptop Asus X453M. Nomor kupon 645 yang saya pungut di lapangan, disebut terakhir pewacara. Aduhai, tentu perasaan saya campur aduk.

“Besok ayah ada Pawai Bahasa, sapa tahu dapat laptop!”

Ungkapan basa-basi itu lantas bersuara menuju langit karena diaminkan, didengungkan lagi oleh seseorang yang bersimpuh dalam sunyi. Dia…!

Sangat mudah bagi Allah…!

***

Keikutsertaan Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Gorontalo tentu memberikan pengaruh positif, selain memperkenalkan FLP, Pawai Bahasa juga jadi ajang membangun kerjasama antar-komunitas dan organisasi yang bergerak dalam bidang literasi. Ke depan, komunitas dan organisasi, termasuk elemen masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat berpadu dalam menanamkan pendidikan kebahasaan di masyarakat: khususnya Bahasa Indonesia. Semoga Indonesia semakin gagah dengan Bahasa Indonesia yang membudaya…!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s